Thursday 4 January 2018

Manajemen Biaya Resume Bab 4

Bab 4 : Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan
Sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan dengan sistem pelaporan tenaga kerja dan bahan baku dalam waktu  nyata untuk memberikan kemampuan menghitung bahan baku dan tenaga kerja secara akurat pada titik tertentu dalam proses produksi, penting untuk mengelola proses pesanan serta meningkatkan pelayanan pelanggan.
A.    Sistem Perhitungan Biaya
Perhitungan biaya (costing) merupakan proses pengumpulan, pengelompokan, dan pembebanan biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik pada produk, jasa atau proyek.
Dalam mengembangkan sistem perhitungan biaya tertentu agar sesuai dengan perusahaan tertentu, akuntan manajemen harus membuat tiga pilihan, salah satu dari masing-masing ketiga pilihan mengikuti karakteristik metode perhitungan biaya sebagai berikut :
1.      Metode akumulasi biaya (cost accumulation method) perhitungan biaa berdasarkan pesanan (job costing), perhitungan biaya berdasarkan proses (process cossting), atau perhitungan biaya berdasarkan gabungan (joint costing).
2.      Metode pengukuran biaya (cost measurement method), perhitungan biaya actual, nomal, atau standar (actual, normal, or standard costing system).
3.      Metode pembebanan overhead (overhead assignment method) berdasarkan volume (volume based costing) atau berdasarkan aktivitas (activity based costing).

Jenis biaya yang digunakan untuk
A.    Peran Strategis Perhitungan Biaya
Perusahaan memerlukan informasi biaya produk yang akurat, terlepas dari strategi kompetitif mereka. Untuk dapat memperoleh informasi biaya yang tepat waktu dan akurat ini, perusahaan perlu memilih sistem biaya yang sesuai dengan strategi kompetitifnya. Jenis perusahaan komoditas atau dengan strategi kepemimpinan biaya dapat dengan baik menggunakan sistem biaya yang mengombinasikan elemen-elemen perhitungan biaya berddasarkan proses, perhitungan biaya berdasarkan aktifitas, dan perhitungan biaya standar.

B.     Perhitungan Biaya Berdasarkan Pesanan: Arus Biaya
Perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job costing) merupakan sistem perhitungan biaya yang mengakumulasikan biaya dan membebankannya pada pesanan pelanggan, proyek, atau kontrak tertentu. Dokumen pendukung dasar (biasanya berbentuk formulir elektronik) dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan adalah kartu biaya pesanan (job cost sheet). Kartu ini mencatat dan meringkas biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik untuk pekerjaan tertentu.
Pada biaya bahan baku langsung dan biaya bahan baku tidak langsung terdapat formulir permintaan bahan baku. Formulir permintaan bahan baku (materials requisition) adalah dokumen sumber atau pencatatan data secara online yang digunakan departemen produksi untuk meminta bahan baku produksi. Formulir permintaan bahan baku mengindikasikan pesanan khusus yang dibebankan sesuai bahan baku yang digunakan.
Pada biaya tenaga kerja langsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung terjadi perbedaan yaitu biaya tenaga kerja langsung dicatat pada kartu biaya pesanan berdasarkan kartu jam kerja yang disiapkan setiap hari untuk setiapp karyawan. Kartu jam kerja (time ticket) biasanya merupakan bagian dari sistem peranti lunak perhitungan biaya, menunjukkan lama pekerjaan yang dilakukan seorang karyawan pada setiap pesanan, tarif gaji, da total biayatenaga kerja yang dapat dibebankan pada setiap pesanan.
Biaya overhead pabrik merupakan pembebanan biaya verhead pabrik (overhead application) yaiu proses pengalokasian biaya overhead pada pesanan. Alokasi dibutuhkan karena biaya overhead tidak dapat ditelusuri pada masing-masing pesanan. Pendekatan untuk mengalokasikan biaya overhead pabrik adalah perhitungan biaya aktual dan perhitungan biaya normal.
1.      Perhitungan biaya aktual
Sistem perhitungan biaya aktual (actual costing) menggunakan biaya aktual yang terjadi untuk bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung serta membebankan biaya overhead pabrik aktual ke berbagai pesanan.
2.      Perhitungan biaya normal
Dalam praktiknya, sebagian bersar perusahaan mengadopsi system perhitungan biaya normal (normal costing) yang menggunakan biaya aktual untuk bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung serta membebankan biaya overhead pabrik engan menambahkan pada pesanan sejumlah biaya overhead untuk setiapunit produk dalam pesanan.

C.    Pembebanan Biaya Overhead Pabrik dalam Perhitungan Biaya Normal
Perhitungan biaya normal digunakan untuk menghindari fluktuasi biaya per unit pada perhitungan biaya aktual yang disebabkan oleh perubahan jumlah unit produksi dan biaya overhead dari bulan ke bulan. Tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya (predetermined overhead rate) merupakan estimasi tarif biaya overhead pabrik yang digunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik ke pesanan tertentu. Jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan ke pesanan dengan menggunakan tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya disebut juga biaya overhead pabrik yang dibebankan (fatory overhead applied).
Untuk memperoleh tarif biaya overhead yang telah ditentukan sebelumnya, gunakan empat tahap berikut ini:
1.      Mengestimasi total biaya overhead pabrik untuk periode operasi, bianya satu tahun.
2.      Memilih penggerak biaya (cost driver) yang paling tepat untuk membebankan biaya overhead pabrik.
3.      Mengestimasi total jumlah penggerak biaya terpilih untuk periode operasi.
4.      Membagi estimasi biaya overhead pabrik dengan mengestimasi jumlah penggerak biaya terpilih untuk memperoleh tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya.
Penggerak biaya untuk pembebanan biaya overhead pabrik, penggerak biaya yang dipilih untuk membebankan tarif biaya overhead yang telah ditentukan sebelumnya dapat berupa penggerak biaya bedasarkan volume maupun penggerak biaya berdasarkan aktivitas. Jem tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, dan jam mesin merupakan penggerak biaya berdasarkan volume yang paling sering digunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik.
Membebankan biaya overhead pabrik, tarif biaya overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya biasanya dikalkulasikan pada awal tahun berdasarkan empat tahap yang dicatat di bawah ini:

Tarif biaya overhead pabrik departemen, ketika jumlah biaya overhead pabrik departemen produksi pada pabrik sangat serupa ddengan jumlah biaya overhead pabrik padda setiap departemen dan penggunaan penggerak biaya padda departemen, kemudian penggunaan tarif pabrik secara keseluruhan (satu tarif untuk seluruh departemen produksi digunakan secara keseluruhan) addalah tepat.
Disposisi biaya overhead pabrik yang dibebankan terlalu rendah dan terlalu tinggi, biaya overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi (overapplied overhead) merupakan jumlah biaya overhead pabrik yang dibebankan melebihi biaya overhead pabrik aktual yang terjadi. Biaya overhead pabrik yang dibebankan terlalu rendah (underapplied overhead) merupakan jumlah dimana biaya overhead pabrik aktual melebihi biaya overhead pabrik yang dibebankan. Selisih akibat peembebanan biaya overhead pabrik yang dibebankan terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat didisposisika dengan dua cara:
1.      Menyesuaikan akun harga pokok penjualan.
2.      Menyesuaikan biaya produksi pada periode bersangkutan yaitu, membagi rata saldo biaya overhead pabrik dibebankan yang tersisa pada periode bersangkutan ke saldo akhir akun persediaan barang dalam proses, persediaan barang jadi, dan harga pokok penjualan.

D.    Perhitungan Biaya pada Industri Jasa: Perhitungan Biaya Proyek
Perhitungan biaya proyek berdasarkan pessanan digunakan secara ekstensif pada industry jasa seperti agen periklanan, peruahaan kontruksi, rumah sakit, dan bengkel, serta kantor konsultan, arsitektur, akuntan, dan pengacara. Perhitungan biaya berdasarkan pesanan pada industri jasa menggunakan prosedur pencatatan dan akun-akun yang sama dengan yang diilustrasikan sebelumnya pada bab ini, kecuali untuk bahan baku langsung yang digunakan (bisa jadi tidak ada atau jumlahnya tidak signifikan).

E.     Perhitungan Biaya Operasi
Perhitungan biaya operasi (operation costing) merupakan sistem perhitungan biaya gabungan yang menggunakan perhitungan biaya berdasarkan pesanan untuk membebankan biaya bahan baku langsung ke pesanan dan pendekatan perhitungan biaya berdasarkan proses untuk membebankan biaya konversi ke produk atau jasa.

Sumber : Cokins, et. al., 2011, "Manajemen Biaya penekanan Strategis", Buku 1, Edisi 5, Jakarta : Salemba Empat

No comments:

Post a Comment